InstaForex

Saturday, June 15, 2013

JALAN PINTAS

Zaman sekarang ini memang serba instan, semua hal dapat dibuat menjadi instan. Mulai dari mie instan, bubur instan, minuman, dan lain sebagainya.

Sampai2 sekarang ini, banyak juga orang yang pengen sukses dan kaya raya dengan mengambil jalan pintas alias dengan cara instan. Tak perlu cara instan tersebut punya akibat dan efek samping buat orang lain, yang penting keinginan dan cita-cita nya bisa berjalan, dan dapat tercapai dalam waktu yang sangat singkat.

Sehingga membuat banyak orang yang tidak lagi mempunyai kepercayaan terhadap dirinya sendiri didalam mencapai harapan dan cita2nya. Sehingga orang pandai dan berbakat pun saat ini banyak yang mencoba cara-cara yang tidak wajar dalam mencapai titik puncak karir dan jabatannya.

Jangankan orang awam seperti kita, para politikus, artis/selebriti juga kadang menggunakan jalan pintas untuk mencapai ketenaran. Banyak yang sengaja melakukan sensasi yang kadang terasa tidak wajar untuk dilakukan terjadi.

Memang, pada saat-saat tertentu, kita memang memerlukan jalan pintas ini. Sepanjang tujuan kita adalah tujuan yang baik-baik dan tidak merugikan pihak lain. Misalnya dalam menyelesaiakan suatu pekerjaan yang mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, bila kita menggunakan cara yang biasa. Kita bisa mencoba mencari jalan pintas agar pekerjaan tersebut terselesaikan dengan baik dan dalam waktu yang lebih cepat, dan yang paling penting tidak menyalahi aturan2 yang ada. Bahkan sangat memungkinkan untuk kita agar bisa membuat suatu inovasi yang penting dalam pekerjaan tersebut. Dan jelas managemen perusahaan akan melihat inovasi tersebut sebagai suatu hal yang patut dihargai, sehingga karir kita bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Jadi Pal, cari dan gunakanlah jalan pintas yang baik dan tidak melanggar aturan, ataupun merugikan pihak-pihak lain, sehingga kita bisa dikategorikan seorang pekerja yang kreatif dan patut untuk diberikan reward oleh perusahaan kita.
 
 

Saturday, June 1, 2013

KEMUDAHAN

Sepertinya setiap orang pasti ingin mendapatkan hal yang satu ini. Dalam berbagai bidang pekerjaan, kegiatan apapun itu, pastinya kita ingin selalu mendapatkan kemudahan.

Mau beli tiket pesawat, kalo bisa dimudahkan, mau bikin SIM, kalo bisa dimudahkan, mau ngutang, kalo bisa dimudahkan. 

Tidak sedikit pula orang-orang yang memanfaatkan jasa kemudahan tersebut, dengan mendapatkan penghasilan tambahan. Seperti halnya petugas2 lapangan yang memeriksa nasabah, menawarkan jasa kemudahan kepada nasabah dengan meminta imbalan di luar biaya yang telah ditetapkan. Orang2 kantoran, memberi kemudahan untuk mengurus sesuatu dengan membuat tarif tertentu, misalnya untuk mengurus izin usaha,  ada tarif tertentu yang disesuaikan dengan jangka waktu penyelesaian, Bayar standard izin keluar setahun kemudian, bayar 2 x lipat izin keluar 6 bulan, bayar 3 x lipat izin keluar 3 bulan, kalo bayar 10 x lipat, besok pagi-pagi sekali izin langsung keluar.

itulah gambaran kemudahan yang sangat-sangat berlaku di indonesia tercinta ini.

Aku sendiri tidak tau, siapa sih yang memulai ini semua, apakah pihak yang ingin mendapatkan izin atau yang pihak yang mengeluarkan izin. Semuanya seperti sebuah lingkaran "setan". Dan tidak juga tau kapan semua ini bisa berakhir di bumi Indonesia. Apakah harus dibubarkan dulu negara ini, baru semua hal tersebut bisa ngilang, atau mesti ada air bah dulu di Indonesia seperti zaman nabi Nuh, baru semua ini bisa selesai.

entahlah.

(Sori pal, kekesalan ini bukan aku alami sendiri, hanya sedih sekali mendengar cerita teman2 yang ingin mengurus izin usaha untuk mendapat fasilitas pinjaman, seperti sapi perahan mereka dibuat)

Wednesday, May 29, 2013

GALAU

Pernah galau ndak pals? Sudah dapat dipastikan bahwa semua orang pasti pernah mengalami galau ini. Kalo ndak pernah galau, mungkin dapat dipertanyakan, masih manusia ndak tu?

Memang ada sebagian orang yang sangat mahir dalam mengendalikan kegalauannya, namun tidak sedikit pula orang yang selalu larut didalam kegalauannya sehingga merasa bahwa hal tersebut tidak dapat tertangani.

Galau tersebut timbul, karena ada perasaan ketidakpastian. Dan memang kita tidak pernah tau apa yang terjadi kedepannya. Seorang pria akan merasa galau bila seorang wanita tidak segera menjawab ajakannya untuk menikah. Seorang sarjana pasti merasa galau bila sampai dengan saat ini belum ada perusahaan yang memanggil untuk wawancara ataupun belum jelasnya pekerjaannya. Siswa SMA yang menunggu hasil UNnya pasti akan merasa galau.
Namun bila semua itu sudah mendapat jawaban, pasti rasa galau itu akan segera tergantikan. Memang bisa saja yang menggantikan perasaan galau itu suatu hal yang kurang kita senangi. Namun juga bisa menjadi suatu hal yang sangat membahagiakan kita.

Namun bagaimanapun pal, kita wajib menjaga agar kegalauan tersebut tidak mengganggu segala aktivitas kita. Karena sebenarnya kegalauan itu bisa kita handel agar tidak menjadi suatu penyakit pada diri kita. 

Ya, misalnya saja dengan hang out dengan teman-teman, baik di cafe maupun di tempat2 yang asyik lainnya. Namun jangan pernah mencoba menghilangkan kegalauan itu dengan suatu hal-hal yang negatif, seperti mengkonsumsi narkoba ataupun minuman keras. Banyak cara-cara positif yang bisa kita jalankan untuk meredam kegalauan itu. Dengan berolah raga seperti berspeda, berenang, main tenis dsb. Jalan ke Mall, ataupun nonton. Atau yang lebih sempurna lagi untuk menghandel kegalauan tersebut adalah dengan berdoa kepadaNya. Setiap kegalauan terjadi, bila kita berserah kepadaNya, pasti kita dapat dengan mudah menghandel galau tersebut. Dan, bila jawaban dari kegalauan tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita, kita bisa lebih sabar dan ikhlas dalam menerimanya.
GALAU = God Always Listen And Understand

Thursday, May 23, 2013

MEMBACA

"Orang yang tidak membaca, tidak punya kelebihan dari orang yang tidak tau membaca" 

Kemarin pas ngantar anak kesekolah, dan menjelang tahun ajaran baru ini, pihak sekolah anakku sudah mulai pasang spanduk. Dan ketika aku melihat spanduk tersebut, paling bawah dari spanduk tersebut, pihak sekolah menuliskan kata-kata tersebut diatas.

Dan aku pun tertegun, dan sangat setuju dengan kata-kata yang ditulis tersebut. Banyak orang yang merasa jago dan pintar, tanpa membaca dan tanpa punya pengalaman terlebih dahulu. Enggan membaca koran, majalah, apalagi membaca postingan. Yang paling hebat, ada orang buat komen di postingan blog, tanpa membaca tulisan di blog tersebut, hebat khan?

Kegemaran membaca, sudah mulai sangat minim sekarang ini. Anak-anak lebih cendrung bermain game di android, game online, dsb. Terbukti warnet2 sekarang dipenuhi oleh anak-anak yang kecanduan game dari pada anak-anak sekolah yang kecanduan membaca berita online. Padahal bila mereka rajin ke warnet, seharusnya mereka bisa lebih pintar dari teman2 mereka yang tidak pernah ke warnet, karena mereka banyak baca tulisan-2 pengetahuan di internet. 

Dari hobi membaca, kita bisa menambah pengetahuan yang khusus, maupun pengetahuan umum. Rajin membaca juga mendorong keingintahuan kita dan semakin-semakin tumbuh sehingga hal-hal yang asing bagi kita sebelumnya, bisa menjadi hal yang biasa buat kita. 

Jadi pal, bila kita pengen punya kelebihan dari orang yang tidak tau baca alias buta huruf, rajinlah membaca. Karena membaca ndak pernah merugikan, bila kita memang bisa secara bijak untuk memilah bahan bacaan yang terbaik.

Sunday, May 12, 2013

LUCU TAPI BERMAKNA

Muter-muter di dunia maya alias blogwalking kemarin, aku tertambat di blognya mbak Indah-P, pada postingannya yang satu ini

"Disaat kamu sedang senang tidak ada satu orang pun yang mengetahui senyumanmu...di saat kamu sedang sedih tidak ada satu orang pun yang menyadari air matamu, tetapi disaat kamu kentut semua orang akan melihat ke arahmu...sungguh menyedihkan sekali.." itu adalah sebagian kutipan dari postingan tersebut yang sangat menarik buatku...

 terus terang aku ngakak sendiri setengah ampun baca kata-kata ini. dan aku pun langsung mengcopy paste tulisan ini ke BB, dan aku broadcast di kontak BB ku. dan ternyata rame sekali teman-teman di contact BB yang merespon tulisan ini, semuanya membuat icon-icon tertawa dan terbahak-bahak.

Tapi,,,setelah aku baca berulang kali kata-kata tersebut, lama-lama aku berpikir bahwa tulisan tersebut ada makna seriusnya juga loh. 

Kebanyakan orang disekitar kita, memang seperti itu, disaat kita lagi senang ataupun suatu keberhasilan kita peroleh, mereka mungkin biasa-biasa saja, atau bahkan banyak yang merasa iri kepada kita. Kalaupun ada yang simpati, ya hanya sebatas kasi ucapan selamat dan berlalu begitu saja. Demikian juga pada saat kita sedang berduka, orang-orang disekitar kita hanya menyalami kita dan mengucapkan ikut merasa kepedihan kita (dan kebanyakan hanya lips service) lalu berlalu begitu saja, dan mungkin dua atau tiga hari kedepannya mereka sudah tidak perduli lagi sama kedukaan tersebut. Namun....pada saaat kita melakukan sedikit kesalahan, dan mungkin kesalahan tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan kita, yang seharusnya kesalahan kita tersebut adalah kesalahan yang kita tutup-tutupi tapi karena ulah orang-orang disekitar kita kesalahan tersebut jadi diketahui oleh orang sekampung. Dan tidak cukup mereka membahas kesalahan kita tersebut seminggu dua minggu, bahkan sampai kita mati pun mungkin mereka tetap menghina kita karena kesalahan tersebut.

Jarang sekali kita perduli dengan kesalahan teman, kita lebih suka membahas kesalahan/ permasalahan teman itu di belakangnya, tapi begitu kita berhadapan dengan dia, kita pura-pura tidak tahu dengan kesalahannya tersebut. Dan jarang sekali kita ikut memberikan solusi atas permasalahan tersebut, jangankan memberikan solusi menanyakan keadaannya pun kita kurang berniat. 

Jujur pal, ini memang sedang kualami sendiri. Pada saat suatu kesalahanku, yang sebenarnya ini adalah kesalahan umum yang dilakukan banyak rekan seprofesi lakukan, banyak teman-temanku dulu yang sekarang justru menghindari aku, dari 10 teman-temanku dulu 11 dari mereka sudah menghindari aku, tidak satupun dari mereka yang mencoba menanyakan keadaanku. Tidak satupun dari mereka yang mencoba menawarkan solusi, tidak usah bantuan dalam bentuk materi, mengucapkan kata penghiburan pun tidak. Dan yang parahnya, disaat aku terpuruk, mereka malah menuduhku melakukan provokasi agar kesalahan2 teman2 yang lain akan diungkap/dibukakan pula. gilaaaaaaaaaaaaa. berarti memang selama ini mereka tidak pernah mengenal aku. (sori nih pal, jadi agak2 curhat gini). Sekarang ini memang aku sudah mengetahui mereka ternyata hanya teman, bukan sahabat.

Sori nih pal, kalo akhirnya postinganku kali ini jadi agak berat jadinya nih...hitung-hitung ingin meluapkan emosi yang terpendam nih...... jadi agak-agak dimaafkan ya pal...heheheheh

Tapi yah, kalo sekarang aku udah take it easy aja pal,dibawa santai aja. Mungkin mereka tidak pengen terimbas dan takut dituduh akrab dengan pembuat masalah, atau malah mereka menjaga imej mereka agar tidak dituduh punya masalah/ ulah yang sama denganku. 

ok deh sekian dulu...mudah-mudah ndak memberatkan impal/sobat semua nih baca postinganku kali ini.  

Saturday, May 11, 2013

MASALAH

Setiap orang pasti punya permasalahan tersendiri dalam kehidupannya. Dan yang pasti masalah pasti datang silih berganit. Tidak ada orang bernafas yang lepas dari masalah.

Orang yang paling rajin beribadah pun, pasti akan diterpa masalah. Dan itu sangatlah normal. Yang ndak normal adalah orang yang sama sekali merasa tidak punya masalah. Pasti orang tersebut diragukan tingkat kenormalannya. Bahkan anak kecil sekalipun, pasti pernah mempunyai masalah. Masalah dengan berdiri mungkin, atau bisa saja masalah dengan bajunya yang terlalu kebesaran.

Seberat apapun masalah kita, pasti ada jalan keluar yang terbaik dari masalah tersebut. Hanya saja kita kadang kurang sabar dan mudah panik saat ada masalah menerpa kita. Bahkan kita malah semakin cendrung untuk mencoba menghindari masalah. 

Dan jelas bahwa porsi masalah tersebut pasti berbeda-beda disetiap orang, masalah berat padaku mungkin bukanlah sesuatu yang berat pada sobat semua, demikian juga sebaliknya. Masalah yang dihadapi oleh anak SD tentu tidak sama dengan masalah yang dihadapi oleh seorang Mahasiswa. Masalah besar pada seorang penarik becak mungkin hanya masalah kecil pada seorang Direktur. Seorang penarik becak punya utang Rp. 5 jt tentu akan merasa itu adalah suatu masalah yang besar, seorang direktur tidak akan mungkin punya utang 5 jt sampai menunggak. Yang pasti sudah berkisaran 5 M, baru seorang direktur merasa masalahnya adalah masalah besar.  Pernahkah kita melihat seorang tukan becak berutang 5M ke bank??????

Masalah yang ada bukanlah sesuatu yang harus kita hindari dan takuti. Tidak perlu kita menghindari satu masalah hanya karena kita tidak ingin zona kenyamanan kita terusik. Masalah memang sedikit mengganggu kehidupan kita, namun kita tidak perlu untuk menghindarinya. Semakin dihindari, masalah akan semakin besar dan akan semakin mengganggu. Bahkan bisa saja masalah tersebut akan semakin sulit untuk diselesaikan. Namun bila kita mau menghadapi masalah dan mengelolanya dengan sebaiknya pasti masalah akan terselesaikan. Seperti tukan becak diatas, bila tidak menanggapi akan hutangnya yang 5 jt tersebut dengan baik, tidak mencoba mencicilnya, pasti lama kelamaan masalah itu tersebut akan semakin besar dan akan merambat kepada masalah-masalah yang lain. 

Menyelesaikan masalah mungkin saja membutuhkan waktu yang lama, dan mungkin juga dengan waktu yang singkat kita bisa menyelesaikannya. Semuanya tergantung dari keseriusan kita dalam mencoba untuk menyelesaikannya. Dan jangan pernah berharap dalam menyelesaikan masalah, kita tidak membutuhkan tenaga bantuan dari orang lain. Bisa saja memang kita menyelesaikan masalah sendiri, tapi mungkin itu membutuhkan tenaga dan pikiran yang sangat besar. Tentu kita sangat membutuhkan bantuan orang lain, siapapun itu pasti ada kemampuan pada mereka untuk membantu kita, asal kita mau berbagi masalah tersebut. Sebagai contoh dapat kita lihat pada acara panjat pinang, jangan pernah kita merasa bahwa kita akan mampu mendapatkan hadiah yang telah disediakan dipucuk pinang dengan sendiri, tentu kita membutuhkan suatu tim, dengan bahu membahu untuk mencapai puncak pohon pinang dan merebut semua hadiah yang telah disiapkan dipucuk tersebut.

Selain dari usaha, yang paling penting dalam menghadapi suatu masalah adalah keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa. Sampai dimana pengharapan kita kepada Sang Pencipta, rasa syukur kita kepadaNya. Jangan pernah merasa bahwa Dia tidak campur tangan terhadap masalah kita. Dia pasti akan selalu memberikan jalan keluar bila kita selalu berpengharapan kepadaNya dan tidak lupa untuk mengucapkan syukur kepadaNya.

Dan saya berharap, impal/sobat semua tidak punya masalah dengan postingan saya kali ini…

Thursday, May 9, 2013

TERATUR

Setelah postingan yang tak penting kemaren, mari kita kembali ke pokok pikiran utama kita...heheheh. Sudah sangat jelas, kalo postingan kemarin tersebut sudah melenceng dari schedule yang sudah kubuat sendiri. itu dikarenakan kekesalan pada diriku sendiri yang tak kuasa melawan hasrat merokok tersebut.
 
Semua yang telah kita bicarakan sebelum-sebelumnya, bahwa memang kita membutuhkan schedule yang tepat dan konsisten dalam pelaksanaannya, semua tersebut pada intinya menuju ke satu hal, yaitu keteraturan.

Keteraturan bukanlah hal yang mengikat, dan menjajah kebebasan kita dalam beraktifitas. Namun keteraturan tersebut sebenarnya untuk lebih membantu kita untuk lebih nyaman dalam beraktifitas. Coba bayangkan jalan raya yang tidak teratur, tentunya kita tidak merasa nyaman berada di jalanan tersebut bukan? Dan yang jelas, emosi kita akan mencapai tingkat khayangan bila hal tersebut berlangsung cukup lama dan tanpa ada kejelasan yang pasti kapan hal tersebut dapat berlalu dan teratur kembali. Apalagi orang-orang disekitar kita yang tidak mau diatur, semuanya mau cepat dan tidak ada yang mau mengalah. Grrrrrrrrrrr….

Dalam aktifitas kita sehari-hari juga sangat diperlukan keteraturan. Baik dalam berpakaian yang teratur, jalan yang teratur, kalo jalan tetap kedepan, tanpa harus kesamping kiri maupun kekanan, tatanan meja kerja yang teratur, isi ransel yang teratur, semuanya pasti akan merasakan kenyamanan. Apakah suatu hal yang tidak mengesalkan buat sobat semua bila saat hendak mulai pekerjaan kita, dan pekerjaan tersebut membutuhkan sebuah pena, penanya ndak kelihatan rimbanya karena kita tidak menyusun dengan rapi saat menyusun ransel kerja? Bila isi ransel juga teratur, dimana letak berkas, letak alat-alat tulis dan sebagainya, tentunya hal tersebut tidak akan pernah terjadi pada aktifitas kita.

Demikian juga dalam menentukan jam istirahat, jam makan siang, coffee break, semua bila kita atur dengan baik, tentunya tidak akan ada pekerjaan yang tertunda dan mengganggu kita. Semua pekerjaan terasa lebih nyaman untuk dikerjakan.

Memang ada sebagian orang yang merasa kemerdekaan nya diusik dengan keteraturan ini. Mereka merasa tidak bisa bertindak sesuai keinginan mereka bila segala tindakan mereka diatur. Namun percayalah hal tersebut bukanlah hal yang dapat membuat kesuksesan datang dengan mudah.

Perlu kita ketahui bahwa peraturan-peraturan yang ada, itu dibuat agar hidup dan pekerjaan kita bisa lebih teratur dan tidak merepotkan kita dikemudian hari. Karena sebenarnya peraturan itu berguna untuk melindungi kita dari akan hal-hal yang mengancam masa depan dan lebih ekstrimnya mengancam nyawa kita. Bayangkan bila kita melanggar peraturan lalu lintas, tentunya banyak sekali sanksi yang akan membayangi kita dan lebih berbahaya lagi untuk nyawa dan kesehatan kita bukan? Walaupun memang kadang peraturan tersebut bisa kita dame-damekan dengan polentas, namun bukan berarti kita bisa melanggar peraturan tersebut dengan sesuka hati.(sori pals, ini off the record ya…heheheh).

Kadang juga kita melihat peraturan-peraturan yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita. Bila itu terjadi cobalah menyuarakan aspirasi kita juga dengan teratur, tidak perlu melakukan demonstrasi yang mengganggu kinerja kita terlebih kinerja orang lain. Diskusikan kepada orang yang lebih berkompeten dalam hal tersebut. Bila aspirasi kita tidak dapat diterima, cobalah memahaminya dan menjalankannya. Karena mungkin apa yang kita suarakan tersebut hanya membantu segelintir orang saja, sedangkan yang dibuat si pembuat aturan tersebut lebih mencakup kepada banyak orang. Tidak perlu berontak dan mengacaukan suasana yang telah teratur dengan baik.
  
Jadi pals, sebisa mungkinlah kita dapat untuk membuat segala kehidupan kita lebih teratur, karena keteraturan tersebut bukanlah untuk mengekang kita, namun untuk lebih memudahkan kita dan lebih membantu kita untuk menjaga keselamatan kita. Hiduplah dalam peraturan yang berlaku dilingkungan kita, dan jadilah orang yang mau diatur.




About Me

My Photo

i want to make a friend for everyone.....

i'd love to be your friend

makaroo on Facebook